Hati dan Logika tidak bisa dipaksakan untuk berjalan saling berdampingan.
tiap hati merasa segala sesuatu dapat diperjuangkan dan dipertahankan, logika selalu
memikirkan sebaliknya. logika menunjukan kenyataan pahit yang bukan hanya mungkin
terjadi melainkan sudah pasti terjadi.
lalu haruskah diri ini merasa atau berfikir?



"lelah?" Jujur, iya. Tapi setiap
saya ingin pergi, hati meminta
berjuang lagi, dan logika berkata
"masa cuma segini". Jadi, saya kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

dijalaninlah bukan dipikirin..

Milea

Kecewa itu Menguatkan Vroh!